Haji

7 Tata Cara Haji Tamattu’: Rukun, Wajib, dan Tips Penting untuk Jamaah Indonesia

Sahabat Marhaba, menunaikan ibadah haji adalah impian setiap Muslim. Bagi jamaah Indonesia, Haji Tamattu menjadi jenis haji yang paling banyak dipilih karena dinilai lebih fleksibel dan memberikan waktu istirahat yang cukup sebelum puncak ibadah.

Secara istilah, Haji Tamattu’ adalah pelaksanaan umroh terlebih dahulu di bulan haji, kemudian jamaah bertahallul (keluar dari ihram), lalu kembali berihram untuk melaksanakan ibadah haji pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dengan pola ini, jamaah memiliki jeda waktu untuk mempersiapkan fisik dan mental sebelum memasuki rangkaian haji yang lebih padat.

Agar ibadah Sahabat Marhaba sah dan sempurna, penting memahami rukun haji (yang tidak boleh ditinggalkan) serta wajib haji (yang jika ditinggalkan harus membayar dam). Berikut panduan lengkapnya.


Apa Itu Haji Tamattu dan Keunggulannya?

Haji Tamattu berasal dari kata “tamattu’” yang berarti menikmati atau bersenang-senang. Maksudnya, jamaah diperbolehkan menikmati waktu di Makkah tanpa larangan ihram setelah menyelesaikan umroh.

Keunggulan Haji Tamattu’ antara lain:

  • Ada waktu istirahat setelah umroh
  • Tidak terus-menerus dalam kondisi ihram
  • Cocok bagi jamaah lanjut usia atau pemula
  • Lebih fleksibel dalam mengatur energi

Namun, konsekuensinya jamaah wajib membayar dam nusuk sebagai bentuk kewajiban.


1. Niat Haji dan Ihram (8 Dzulhijjah)

Sahabat Marhaba, perjalanan haji dimulai kembali pada Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Jamaah yang sebelumnya telah bertahallul setelah umroh, kini kembali mengenakan ihram.

Biasanya jamaah Indonesia mengambil niat dari hotel di Makkah. Langkah-langkahnya:

  • Mandi sunnah ihram
  • Mengenakan pakaian ihram (bagi laki-laki)
  • Shalat sunnah (jika memungkinkan)
  • Mengucapkan niat:
    “Labbayka Allahumma Hajjan”

Sejak niat diucapkan, semua larangan ihram kembali berlaku, seperti tidak memakai parfum, tidak mencukur rambut, dan tidak menutup kepala bagi pria.


2. Wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah)

Wukuf adalah rukun haji yang paling utama. Tanpa wukuf, haji tidak sah. Rasulullah SAW bersabda:

“Al-Hajju Arafah.”

Wukuf dilaksanakan sejak masuk waktu Dzuhur hingga menjelang fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Selama di Arafah, jamaah dianjurkan untuk:

  • Memperbanyak doa dan dzikir
  • Membaca Al-Qur’an
  • Beristighfar dan memohon ampun

Momen ini adalah waktu paling mustajab untuk berdoa, sehingga sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal.


3. Mabit di Muzdalifah

Setelah matahari terbenam di Arafah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah. Di sini jamaah melakukan mabit (bermalam atau singgah).

Kegiatan utama di Muzdalifah:

  • Beristirahat
  • Mengumpulkan kerikil untuk jumrah
  • Berdzikir

Minimal jamaah berada di Muzdalifah hingga melewati tengah malam.


4. Bermalam di Mina dan Melontar Jumrah

Perjalanan dilanjutkan ke Mina untuk melaksanakan rangkaian berikutnya.

a. 10 Dzulhijjah

  • Melontar Jumrah Aqabah sebanyak 7 kali
  • Setelah itu, jamaah dapat melakukan tahallul awal

b. Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah)

  • Melontar tiga jumrah:
    • Ula
    • Wustha
    • Aqabah
  • Masing-masing dengan 7 kerikil

Melontar jumrah merupakan simbol perlawanan terhadap godaan setan, mengikuti kisah Nabi Ibrahim AS.


5. Thawaf Ifadhah di Masjidil Haram

Setelah dari Mina, jamaah menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran.

Ini termasuk rukun haji, sehingga wajib dilakukan oleh setiap jamaah.

Bagi Sahabat Marhaba yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik, dapat menggunakan fasilitas seperti kursi roda atau skuter yang tersedia.


6. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Dalam Haji Tamattu’, jamaah wajib melakukan sa’i setelah thawaf ifadhah, meskipun sebelumnya sudah melakukannya saat umroh.

Sa’i dilakukan dengan:

  • Berjalan atau berlari kecil
  • Dari bukit Shafa ke Marwah
  • Sebanyak 7 kali perjalanan

Sa’i menggambarkan perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail AS.


7. Tahallul: Akhir dari Larangan Ihram

Tahallul adalah proses mencukur atau memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram.

Tahallul Awal

Dilakukan setelah dua dari tiga amalan:

  • Lontar jumrah
  • Thawaf/sa’i
  • Cukur rambut

Sebagian larangan ihram sudah gugur.

Tahallul Tsani

Dilakukan setelah semua rangkaian selesai. Jamaah kembali sepenuhnya ke kondisi normal.


Dapatkan panduan digital resmi ini tanpa biaya! Silakan unduh langsung melalui website Kementerian Haji dan Umrah atau cukup klik di sini: Buku Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M

Tips Penting Haji Tamattu untuk Jamaah Indonesia

Agar ibadah lebih lancar, berikut beberapa tips penting:

1. Persiapan Fisik dan Mental

Ibadah haji membutuhkan stamina tinggi. Mulailah menjaga kesehatan sejak sebelum berangkat.

2. Atur Aktivitas di Makkah

Jangan terlalu memaksakan diri melakukan umroh sunnah berulang kali menjelang Arafah.

3. Bayar Dam Secara Resmi

Gunakan layanan resmi dari pemerintah atau bank yang ditunjuk untuk menghindari penipuan.

4. Ikuti Arahan Petugas

Disiplin terhadap jadwal kloter sangat penting demi keselamatan dan kelancaran ibadah.

5. Jaga Kebersamaan dan Kesabaran

Dengan jutaan jamaah dari seluruh dunia, kesabaran adalah kunci utama.


Baca juga Tata Cara Sholat Sunnah Qabliyah Subuh

Penutup

Sahabat Marhaba, memahami tata cara Haji Tamattu’ secara lengkap adalah langkah awal menuju haji yang mabrur. Dengan mengikuti urutan rukun dan wajib haji dengan benar, serta menjaga niat dan kesabaran, insyaAllah ibadah Anda akan diterima oleh Allah SWT.

Semoga perjalanan haji Sahabat Marhaba diberi kemudahan, kelancaran, dan penuh keberkahan.

Marhaba.id — Menemani perjalanan ibadah Anda dengan informasi terpercaya.

Related Articles

Back to top button