
MARHABA.ID – Pelaksanaan puncak ibadah haji 1447 Hijriyah yang jatuh pada bulan Juni 2026 diprediksi akan berlangsung di tengah musim panas yang cukup menyengat. Bagi calon jemaah haji, memahami kondisi cuaca dan mempersiapkan fisik serta perlengkapan dengan matang adalah kunci untuk menjaga kekhusyukan ibadah di Tanah Suci.
Prakiraan Cuaca Makkah: 8 – 13 Dzulhijjah 1447 H
Berdasarkan data klimatologi dan proyeksi dari National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi, periode 8 hingga 14 Dzulhijjah 1447 H (bertepatan dengan sekitar tanggal 25 – 30 Mei 2026) akan didominasi oleh cuaca panas ekstrem.
- Suhu Siang Hari: Diperkirakan mencapai 41°C hingga 45°C.
- Suhu Malam Hari: Cenderung hangat di kisaran 26°C hingga 28°C.
- Kelembapan: Sangat rendah (udara kering), yang meningkatkan risiko dehidrasi meskipun tubuh tidak terasa berkeringat banyak.
- Indeks UV: Masuk kategori Extreme (11+), yang berarti paparan sinar matahari langsung sangat berisiko bagi kulit dan kesehatan mata.
Nasehat dan Persiapan Penting untuk Jemaah
Menghadapi tantangan cuaca ini, jemaah disarankan untuk melakukan persiapan sebagai berikut:
1. Manajemen Hidrasi (Jangan Tunggu Haus!) Udara kering di Arab Saudi seringkali membuat kita tidak merasa haus padahal tubuh sedang kekurangan cairan. Minumlah air putih sesering mungkin dalam porsi kecil (seteguk demi seteguk setiap 15 menit) untuk menjaga tenggorokan tetap basah dan mencegah heatstroke.
2. Persiapan Fisik Sebelum Berangkat Mulai sekarang, biasakan jalan kaki rutin di pagi hari selama 30-60 menit. Ibadah haji adalah ibadah fisik; stamina yang prima akan sangat membantu saat melakukan prosesi Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, hingga Lempar Jamarat.
3. Perlengkapan Wajib Dibawa:
- Alat Pelindung Diri (APD): Payung berwarna cerah (untuk memantulkan panas), kacamata hitam anti-UV, dan masker (untuk melindungi dari debu dan polusi).
- Botol Semprot Air (Spray): Sangat berguna untuk membasahi wajah dan kulit saat berada di bawah terik matahari.
- Alas Kaki yang Nyaman: Gunakan sandal atau sepatu yang sudah sering dipakai (bukan baru) untuk menghindari lecet. Jangan pernah berjalan tanpa alas kaki di atas aspal atau lantai yang terpapar matahari karena bisa menyebabkan luka bakar pada telapak kaki.
- Produk Perawatan Kulit: Sunscreen (tabir surya) minimal SPF 30 dan pelembap bibir (lip balm) untuk mencegah bibir pecah-pecah.
4. Suplemen dan Obat Pribadi: Bawa vitamin C dan multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Pastikan juga membawa stok obat-obatan pribadi yang biasa dikonsumsi (obat darah tinggi, diabetes, dll) dalam jumlah yang cukup.
Daftar Bawaan Tambahan Selain Pakaian:
- Oralit: Untuk mengganti elektrolit tubuh yang hilang.
- Tisu Basah (Non-Perfume): Untuk menjaga kebersihan saat ihram.
- Handuk Kecil: Bisa dibasahi dan diletakkan di leher untuk mendinginkan suhu tubuh.
- Kantong Sandal: Agar sandal tidak hilang saat masuk ke masjid dan Anda tidak terpaksa pulang tanpa alas kaki.
Sumber Informasi:
- National Center for Meteorology (NCM) Saudi Arabia via Saudi Gazette.
- Weather2Travel long-term climate projections for Mecca, June 2026.
- HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji).



